Langsung ke konten utama

UCAPAN LISAN/TULISAN YANG DIANGGAP REMEH NAMUN BISA SAJA MENJERUMUSKANNYA KE NERAKA JAHANNAM

Setiap tahun berulang, ada sebagian besar orang2 yg mengaku muslim, namun dengan dalih toleransi ( baca : tololransi ) mereka rela mengucapkan suatu kalimat yg membuat Allah murka, sebagaimana Firman-Nya dalam Surah Maryam 88-92.


Ketahuilah, ucapan yg engkau anggap remeh dan sepele itu sangat berbahaya bagi Aqidahmu sendiri.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasûlullâh ﷺ bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى النَّارِ

“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yg dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya.” 

📚(HR. Tirmidzi no. 2314. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib)

Nabi ﷺ juga bersabda,


“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yg tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yg membuat Allah murka & tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” 

📚(HR. Bukhari no. 6478)

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya ada seorang hamba yg berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yg lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no. 2988)

Imam an-Nawawi Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Syarh Muslim (18/117) tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan, “Ini semua merupakan dalil yg mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasûlullâh ﷺ juga bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ


“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yg baik dan jika tidak maka diamlah.” 📚(HR. Bukhari no. 6018 & Muslim no. 47). 


✍️IDAF.

〰️〰️〰️〰️

#muslimtidakmerayakannatal #muslim #muwahhid

Allahu A'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(﷽) NASEHAT UNTUK PARA HAFIZH QUR'AN

Hendaknya untuk para Hafizh Qur'an atau Qurro' : 1. Meluruskan Niatnya, yakni Ikhlas Menggapai Ridha ALLAH ﷻ semata. Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anha ia berkata : فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ *_Aku pernah mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”_* 📚 (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dalam lafazh Imam Ibnu Hibban rahimahullah disebutkan, مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ...

PANJANG ANGAN-ANGAN, MERASA AMAN DARI DOSA-DOSA, DAN MENUNDA-NUNDA TAUBAT ADALAH KETERTIPUAN SEORANG HAMBA

Ketahuilah saudaraku, hal-hal yang membuat seseorang tertipu dengan dirinya sendiri  yakni mereka yang panjang angan-angan dan menunda-nunda taubatnya kepada Allah ﷻ, serta terus menerus merasa aman dari dosa-dosa yang dia lakukan. Al-Imam Ibnul Jauzy رحمه الله berkata,                          ومنهم من يقول: "الرب كريم والعفو واسع" فيسمون تمنيهم واغترارهم رجاء، وهذا الذي أهلك عامة المذنبين   *_Sebagian orang ada yang mengatakan, 'Allah Maha Pemurah dan ampunan luas.' Jadi mereka menamakan angan-angan dan ketertipuan mereka sebagai harapan, dan inilah yang telah membinasakan keumuman orang-orang yang suka berbuat dosa._* 📖[Talbis Iblis: 887] Ya, sikap terlalu meremehkan dosa2, baik dosa2 kecil bahkan dosa2 besar itu karena kita selalu menganggap angan-angan dan ketertipuan sebagai harapan, yakni terlalu besar rasa Harap/Raja' kita kepada Allah, meyakini Allah Maha Pengampun, Pemurah, Penyayang. Dan ungkapan yg ...