Langsung ke konten utama

(﷽) NASEHAT UNTUK PARA HAFIZH QUR'AN


Hendaknya untuk para Hafizh Qur'an atau Qurro' :

1. Meluruskan Niatnya, yakni Ikhlas Menggapai Ridha ALLAH ﷻ semata.

Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anha ia berkata :

فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ


*_Aku pernah mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”_*

📚 (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Dalam lafazh Imam Ibnu Hibban rahimahullah disebutkan,


مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ


*_“Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka.”_*


Sebagaimana keterangan dalam Tuhfatul Ahwadzi (7: 82), maksud hadits

 *_“Allah akan cukupkan dia dari beban manusia” adalah Allah akan menjadikan dia sebagai golongan Allah dan Allah tidak mungkin menyengsarakan siapa pun yang bersandar pada-Nya. Dan golongan Allah (hizb Allah), itulah yang bahagia. Sedangkan maksud “Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia” adalah Allah akan menjadikan manusia menguasainya hingga menyakiti dan berbuat zholim padanya._*


Diriwiyatkan dari Rasûlullâh ﷺ dalam Shahihain bahwa beliau bersabda:


إنَّما الأعْمالُ بالنِّيَّةِ، وإنَّما لِامْرِئٍ ما نَوَى


*_“Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niat dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya”_* 📚[HR. Bukhari di beberapa tempat dalam Shahih-nya ; Muslim (1515-1516) no. 1907; Abu Dawud (II/651-6552) no. 2201; Nasa’I (I/58-59); Tirmdzi (IV/154) no. 1647; serta Ibnu Majah no. 4427; Ahmad (I/25, 43). Al Hafizh dalam Al-Fath (I/11) mengatakan: Hadits ini telah disepakati keshahihannya oleh para imam hadits yang sudah masyhur selain Imam Malik bin Anas.]


Diriwayatkan dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata:


إِنَّمَا يَحْفَظُ الرَّجُلُ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ


*_“Seseorang itu akan menghafal sesuai dengan kadar niatnya”_*

📚 [HR. Ad Darimi dalam Sunan-nya (375)]



2. Meneladani, Ittiba/Mengikuti Rasûlullâh ﷺ, Berakhlak Sesuai Dengan Al Qur'an & Sunnah

Allah ﷻ Berfirman :

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم


*_“Katakanlah (hai Muhammad), "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku ( Muhammad ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian.”_*

📚 (Ali-Imran: Ayat 31)


Hal ini dijelaskan oleh al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali رحمه الله,

                        

فإن محبة الله لا تتم إلا بطاعته، ولا سبيل إلى طاعته إلا بمتابعة رسوله

                        

*_Maka sesungguhnya cinta (kepada) Allah tidak akan sempurna kecuali dengan menaati-Nya, dan tidak ada jalan untuk menaati-Nya kecuali dengan meneladani Rasul-Nya._*📖[Fathul-Baari: 1/48]


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا



*_Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah._* 📚{ Surah Al-Ahzab Ayat 21 }


Sa'ad bin Hisyam bin Amir radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha 

يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَنْبِئِينِي عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قُلْتُ بَلَى قَالَتْ فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ الْقُرْآنَ


*_"Wahai Ummul Mukminin, beritahukanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah ﷺ!' 'Aisyah menjawab; "Bukankah engkau telah membaca Alquran?" Aku menjawab; "Benar, " Aisyah berkata; "Akhlak Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Al Quran."_* 📚{ HR. Imam Muslim }


Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi'i rahimahullah berkata : *_Makna yang dimaksud dari kesemuanya ini menunjukkan bahwa Rasûlullâh ﷺ. adalah seorang yang mengamalkan Al-Qur'an; mengamalkan perintahnya dan manjauhi larangannya, yang hal ini telah tertanam dalam diri beliau sebagai watak dan pembawaannya serta sebagai akhlak yang telah terpatri dalam sepak terjang beliau ﷺ. Maka apa pun yang diperintahkan oleh Al-Qur'an, beliau pasti mengerjakannya; dan apa pun yang dilarang oleh Al-Qur'an, beliau pasti meninggalkannya. Hal ini di samping watak yang dibekalkan oleh Allah dalam diri beliau berupa akhlak yang besar seperti sifat pemalu, dermawan, berani, pemaaf, penyantun, dan semua akhlak yang terpuji._* 

📖[ Tafsir Ibnu Katsir ]


3. Tidak Mencari Hidup/Kehidupan Duniawi Dengan Al Qur'an Dan Jangan Menjual Ayat2 Allah Untuk Kepentingan Duniawi

ALLAH ﷻ berfirman:


مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ


*_“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagiapun di akhirat,”_*

📚(QS. Asy-Syura: 20).



وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ


*_“Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..”_*

📚(QS. al-Baqarah: 41)


معناه لا تعتاضوا عن البيان والإيضاح ونشر العلم النافع في الناس بالكتمان واللبس لتستمروا على رياستكم في الدنيا القليلة الحقيرة الزائلة عن قريب


*_Maknanya, janganlah kalian mengambil dunia, dengan sengaja menyembunyikan penjelasan, informasi, dan tidak menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat, serta membuat samar kebenaran. Agar kalian bisa mempertahankan posisi kepemimpinan kalian di dunia yang murah, rendah, dan sebentar lagi akan binasa._*

📖 (Tafsir Ibnu Katsir, 1/244).



Diriwayatkan dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– ia berkata: Rasûlullâh ﷺ bersabda:


من طلب عِلمًا ممَّا يبتغي به وجهَ اللهِ تعالَى ليُصيبَ به عرَضًا من الدُّنيا لم يجِدْ عرْفَ الجنَّةِ


*_“Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya diniatkan mengharap melihat wajah Allah Ta’ala, akan tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan salah satu kenikmatan dunia maka ia tidak akan mencium semerbak wangi surga pada Hari Kiamat.”_*

📚[HR. Abu Daud dalam Al-Ilm (IV/71) no. 3446; Ibnu Majah no. 253; Ahmad (II:338). dengan sanad shahih]

Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu Rasûlullâh ﷺ bersabda :

فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ


*_Barangsiapa di antara mereka melakukan amalan akhirat untuk dunia, maka di Akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian."_*

📚{HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib }



4. Mengajarkan & Mengamalkan Al Qur'an 


Rasûlullâh ﷺ bersabda :


خيركم من تعلم القرآن وعلمه 


“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya”.

📚 (HR. Imam Bukhori).


Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullahu setelah membawakan hadits di atas,lalu menjelaskan maknanya :


وتعلم القرآن وتعليمه يتناول تعلم حروفه وتعليمها , وتعلم معانيه وتعليمها 


➡️Mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya mencakup:

➡️Mempelajari dan mengajarkan huruf-hurufnya

Mempelajari dan mengajarkan makna-maknanya

وهو أشرف قسمي تعلمه وتعليمه , فإن المعنى هو المقصود , واللفظ وسيلة إليه ,


Yang terakhir inilah (yaitu no.2, pent.) merupakan jenis mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya yang paling mulia,karena makna Al-Qur`an itulah yang menjadi tujuan yang dimaksud, sedangkan lafadz Al-Qur`an adalah sarana untuk mencapai maknanya. 


 فتعلم المعنى وتعليمه تعلم الغاية وتعليمها 


Maka mempelajari dan mengajarkan makna-maknanya (hakekatnya) adalah mempelajari dan mengajarkan tujuan.


وتعلم اللفظ المجرد وتعليمه تعلم الوسائل وتعليمها


sedangkan mempelajari dan mengajarkan lafadz semata (hakekatnya) adalah mempelajari dan mengajarkan sarana


 وبينهما كما بين الغايات والوسائل “


Dan (perbandingan) diantara keduanya seperti perbandingan antara tujuan dan sarana.


Imam Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata :


إنما نزل القرآن ليعمل به ، فاتخذ الناس قراءته عملا 


“Sesungguhnya Al-Qur`an diturunkan untuk diamalkan, namun ternyata ada saja orang yang menjadikan (sebatas) membacanya sebagai sebuah bentuk pengamalannya”,


Maka hendaknya setiap Hafizh Qur'an selain menghafal Al Qur'an, ia juga mengamalkan Al Qur'an, agar dia tidak melupakan dirinya sendiri.


Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda :


(( مثل العالم الذي يعلم الناس الخير وينسى نفسه كمثل السراج يضيء للناس ويحرق نفسه ))


*_"Permisalan seorang alim yang mengajarkan manusia dengan kebaikan dan melupakan dirinya sendiri adalah seperti lilin yang menyinari manusia dan membakar dirinya sendiri."_*

📚(HR. Ath-Thabrani di Al-Mu'jam Al-Kabir no. 168 juz 2 hal 165)


〰️〰️〰️〰️

Nasehat ini untuk semua saudaraku sesama muslim yg kucintai karena Allah, dan terkhusus untuk diriku sendiri pula.


✍️IDAF 

Dirangkum dari berbagai sumber.


#muhasabah #selfreminder

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PANJANG ANGAN-ANGAN, MERASA AMAN DARI DOSA-DOSA, DAN MENUNDA-NUNDA TAUBAT ADALAH KETERTIPUAN SEORANG HAMBA

Ketahuilah saudaraku, hal-hal yang membuat seseorang tertipu dengan dirinya sendiri  yakni mereka yang panjang angan-angan dan menunda-nunda taubatnya kepada Allah ﷻ, serta terus menerus merasa aman dari dosa-dosa yang dia lakukan. Al-Imam Ibnul Jauzy رحمه الله berkata,                          ومنهم من يقول: "الرب كريم والعفو واسع" فيسمون تمنيهم واغترارهم رجاء، وهذا الذي أهلك عامة المذنبين   *_Sebagian orang ada yang mengatakan, 'Allah Maha Pemurah dan ampunan luas.' Jadi mereka menamakan angan-angan dan ketertipuan mereka sebagai harapan, dan inilah yang telah membinasakan keumuman orang-orang yang suka berbuat dosa._* 📖[Talbis Iblis: 887] Ya, sikap terlalu meremehkan dosa2, baik dosa2 kecil bahkan dosa2 besar itu karena kita selalu menganggap angan-angan dan ketertipuan sebagai harapan, yakni terlalu besar rasa Harap/Raja' kita kepada Allah, meyakini Allah Maha Pengampun, Pemurah, Penyayang. Dan ungkapan yg ...