Langsung ke konten utama

-MEMBEDAH SYUBHAT NEO MURJI'AH MULUKIYYAH LINTAS FIRQOH-

✍️Ibnu Deromat Al Falimbani

Kaum Neo Murji'ah Mulukiyyah seringkali membawakan hadist ini, untuk membela Penguasa Thawagit :


مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ

"Barangsiapa yang menghina pemimpin/penguasa, maka Allah akan menghinakan orang tersebut"


📚(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi nomor 2224)


Hadist ini sering diterjemahkan oleh mereka seperti itu, bahkan melenceng dari bahasa Arabnya, seharusnya diterjemahkan seperti ini :


“Barangsiapa yang menghina sultan Allāh ( سُلْطَانَ اللَّهِ ) di bumi, maka Allāh akan menghinakan orang tersebut. “


📚(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi nomor 2224)

______


Mari kita fokus kepada kata Sultan Allah ( سُلْطَانَ اللَّهِ ) 


Siapakah Sultan Allah ? 


Kalau kita telaah lagi, Sultan Allah itu mereka penguasa yang berhukum dengan hukum Allah, berhukum dengan hukum syariah, berhukum dengan Hukum Islam, baik Khalifah/Imamah, maupun Sultan/Imarah, mereka lah yang disebut sebagai ULIL AMRI.


Imam Asy-Syaukani Al Yamani rahimahullah menjelaskan definisi syar'i mengenai Ulil Amri :


وأولي الأمر هم : الأئمة ، والسلاطين ، والقضاة ، وكل من كانت له ولاية شرعية لا ولاية طاغوتية


“Ulil amri adalah para IMAM, SULTAN/PENGUASA, HAKIM dan semua orang yang MEMILIKI KEKUASAAN YANG SYAR’I, BUKAN KEKUASAAN THAGHUT.”  

📚(Fathul Qadir, Asy-Syaukani, 1/556)

__________

Dan lebih jelasnya lagi, Imam An-Nawawi asy-Syafi'ie rahimahullah berkata:


"فأمر صلى الله عليه وسلم بطاعة ولي الأمر ولو كان بهذه الخساسة ما دام يقودنا بكتاب الله تعالى، قال العلماء : معناه ما داموا متمسكين بالإسلام والدعاء إلى كتاب الله تعالى على أي حال كانوا في أنفسهم وأديانهم وأخلاقهم، ولا يشق عليهم العصا.


“Rasulullah ﷺ menyuruh taat kepada Ulil Amri walaupun mereka seburuk ini keadaannya SELAMA MEMIMPIN KITA Dengan KITAB ALLAH ( Al Qur'an dan Sunnah ), 


Berkata para ULAMA: 


Maknanya adalah selama mereka berpegang teguh dengan Islam, MENYERU kepada Kitab Allah, 

Bagaimanapun keburukan mereka pada diri, Agama, dan akhlak mereka, jangan memecah persatuan”.

📚 (Syarah Shahih Muslim).


Nah, bagaimana bisa kaum Talafy Murji'ah menggunakan Dalil ini untuk membela Penguasa yg tidak berhukum dengan hukum Allah, dan lebih memilih UU buatan warisan Belanda dan Democrazy Yunani, untuk mencegah orang-orang mengkritiknya dan bahkan mencelanya dengan menggunakan/berdalilkan hadist ini ?


Sungguh ini bentuk Talbis/Pengkaburan yang nyata !


#Kesimpulan :


Sultannya Allah ( سُلْطَانَ اللَّهِ ) adalah mereka menegakkan yg Hukum Allah ( حُكْمُ الله )


Sementara mengganti Hukum Allah ( حُكْمُ الله ) dengan Democrazy ( الديمقراطية) dan UU buatan.


Adalah Syirkun Akbar ( Syirik Besar ) & Kufur Akbar.


Mereka bukan lagi Sultan Allah ( سُلْطَانَ اللَّهِ ) dan tidak pantas disebut Sultan Allah ( سُلْطَانَ اللَّهِ ) 


Tapi Thaghut Setan ( الطَّاغُوتِ الشَّيْطَان )


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا


Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu ( Muhammad ) dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ?


 Mereka hendak berhakim ( bertahakum) kepada THAGHUT, Padahal mereka telah diperintah mengingkari THAGHUT itu. dan SYAITHAN bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.

📚 (Qs. An Nisaa Ayat 60).


 

________


Allahu A'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(﷽) NASEHAT UNTUK PARA HAFIZH QUR'AN

Hendaknya untuk para Hafizh Qur'an atau Qurro' : 1. Meluruskan Niatnya, yakni Ikhlas Menggapai Ridha ALLAH ﷻ semata. Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anha ia berkata : فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ *_Aku pernah mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”_* 📚 (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dalam lafazh Imam Ibnu Hibban rahimahullah disebutkan, مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ...

PANJANG ANGAN-ANGAN, MERASA AMAN DARI DOSA-DOSA, DAN MENUNDA-NUNDA TAUBAT ADALAH KETERTIPUAN SEORANG HAMBA

Ketahuilah saudaraku, hal-hal yang membuat seseorang tertipu dengan dirinya sendiri  yakni mereka yang panjang angan-angan dan menunda-nunda taubatnya kepada Allah ﷻ, serta terus menerus merasa aman dari dosa-dosa yang dia lakukan. Al-Imam Ibnul Jauzy رحمه الله berkata,                          ومنهم من يقول: "الرب كريم والعفو واسع" فيسمون تمنيهم واغترارهم رجاء، وهذا الذي أهلك عامة المذنبين   *_Sebagian orang ada yang mengatakan, 'Allah Maha Pemurah dan ampunan luas.' Jadi mereka menamakan angan-angan dan ketertipuan mereka sebagai harapan, dan inilah yang telah membinasakan keumuman orang-orang yang suka berbuat dosa._* 📖[Talbis Iblis: 887] Ya, sikap terlalu meremehkan dosa2, baik dosa2 kecil bahkan dosa2 besar itu karena kita selalu menganggap angan-angan dan ketertipuan sebagai harapan, yakni terlalu besar rasa Harap/Raja' kita kepada Allah, meyakini Allah Maha Pengampun, Pemurah, Penyayang. Dan ungkapan yg ...