Seseorang dimusuhi itu harus dilihat dulu, dia dimusuhi karena apa ?
Kalau lagu lama Cborg vs Kampret
Atau Cborg vs Kdrun
Saya off.
Karena kedua kelompok ini menggunakan cara2 yg sama ( yakni bersifat politis ) dalam menyerang lawannya.
Yang satu menggunakan kebencian terhadap Agama Islam, namun terkadang butuh juga suara umat Islam, dan ini sudah kategori Kafir Harbi dan Munafiqin.
Satunya lagi menggunakan Agama sebagai polesan Politik "Democrazy Islaminya" untuk meraih kekuasaan.
Ya artinya permasalahan ini hanya berkutat di Pilpres 2019 saja, dan akan terulang kembali di tahun 2024.
Masih mau dibodoh2i oleh PoliTIKUS ? Baik yg berdasi maupun yg bersorban ?
Masih mau ditipu oleh Pejuang2 Democrazy ?
Cuih najis.
Ini pesan Imam Malik bin Anas rahimahullah :
لن يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها…
*_“Tidaklah akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya ( Generasi Salaf )…”_*
📖{ Diriwayatkan oleh Qadhi Ismail bin Ishak Al-Jahdhami Al-Maliki (w.282 H) dalam kitab beliau Al-Mabsuth, kitab yang berisi banyak riwayat dari imam Malik. Namun kitab ini saat ini hilang. Namun riwayat ini dinukil oleh Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab beliau Asy-Syifa bita’rif Huquqi Al-Mushthafa, hal. 325 (cet. Darul Hadits, Kairo }
Maka lihatlah bagaimana cara2 Rasûlullâh ﷺ dan para Sahabatnya menegakkan Agama Islam di muka bumi ini, yakni dengan Jihad fisabilillah.
Sebagaimana ALLAH ﷻ BERFIRMAN :
قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَٰغِرُونَ
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
📚{ At-Taubah ayat 29 }
Adapun ayat ini :
ALLAH ﷻ berfirman,
لَا إكْرَاه فِي الدِّين قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْد مِنْ الْغَيّ
“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama. Sungguh telah jelas antara kebenaran dan kesesatan”
📚 (QS. Al Baqarah: 256)
Ayat ini dikatakan oleh Ulama Ahli Tafsir seperti Imam Al Qurtubi rahimahullah dalam Tafsirnya :
1. Ada yang berpendapat bahwa ayat ini mansukh (dihapus). Karena Nabi ﷺ telah memaksa orang arab untuk masuk Islam dan memerangi mereka. Beliau tidak ridha kepada mereka hingga mereka masuk Islam”. Sulaiman bin Musa berkata, ‘Ayat ini dinasakh (dihapus) oleh ayat’
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِير
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya”
📚 (QS. At Taubah: 73).
Pendapat pertama ini diriwayatkan pula dari Ibnu Mas’ud DAN DARI BANYAK AHLI TAFSIR.
2. Ayat ini tidak mansukh (tidak dihapus), namun ayat ini ditujukan bagi ahli kitab saja. Sehingga ahli kitab tidak dipaksa masuk Islam selama mereka membayar jizyah. Yang dipaksa adalah kaum kuffar penyembah berhala. Merekalah yang dimaksud oleh surat At Taubah ayat 73. Inilah pendapat Asy Sya’bi, Qatadah dan Adh Dhahhak.
3. Ayat ini turun bagi tawanan yang berasal dari golongan ahli kitab yang sudah tua. Karena tawanan yang berasal dari golongan Majusi dan penyembah berhala, semua dipaksa masuk Islam baik yang tua maupun muda. Ini pendapat Asyhab.”
📚 (Dinukil dari Tafsir Al Qurthubi secara ringkas)
Adapun Imam Ibnu Jarir Ath Thabari rahimahullah, memberikan sanggahan terhadap pendapat yang menyatakan ayat ini mansukh (dihapus), beliau menyimpulkan makna ayat, “Sehingga jelas bahwa makna ayat ini adalah: Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam bagi orang kafir yang DIKENAI JIZYAH DAN TELAH MEMBAYARNYA DAN MEREKA RIDHA TERHADAP HUKUM ISLAM.”
📖(Tafsir Ath Thabari)
Sebagaimana banyak hadits2 lainnnya, justru syariat jihad fisabilillah ini ada sampai akhir zaman :
Dari Uqbah bin Amir Radhiyallohu 'Anhu beliau berkata, Rasûlullâh ﷺ bersabda :
لاَ تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ
“Akan senantiasa ada sekelompok kecil dari ummatku yang berperang di atas perintah Allah, mereka berjaya atas musuh mereka, orang-orang yang menentang mereka tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari kiamat dan mereka tetap teguh dalam kondisi seperti itu” 📚(HR. Muslim)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ [رواه البخاري ومسلم ]
Dari Ibnu Umar radhiyallahuanhuma sesungguhnya Rasûlullâh ﷺ bersabda:
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah ( yang berhak diibadati ) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah ta’ala
📚(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ bersabda :
أَقْرَبُ النَّاسِ مِنْ دَرَجَةِ النُّبُوَّةَ أَهْلُ الْعِلْمِ وَالْجِهَادِ أَمَّا أَهْلُ الْعِلْمِ فَدَلُّوا النَّاسَ عَلَى مَاجَآءَتْ بِهِ الرُّسُلُ وَأَمَّا أَهْلُ الْجِهَادِ فَجَاهَدُوْا بِأَسْيَافِهِمْ عَلَى مَا جَآءَتْ بِهِ الرُّسُلَ (وراه ابو نعيم عن ابن عباس)
*_“Manusia yang paling dekat dengan derajat kenabian adalah ahli ilmu dan ahli jihad. Adapun ahli ilmu mereka menunjukkan manusia apa yang dibawa oleh para Rasul sedang ahli jihad mereka berjihad dengan pedang-pedang mereka membela apa yang dibawa oleh para Rasul.”_*
📚(HR. Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas).
Walaupun hadits ini sanadnya dhaif, tetapi matannya sesuai dengan Al Qur’an sehingga menurut para ahli hadits dapat dijadikan pedoman. { ✍️ Kata K.H. Yakhsyallah Mansur, M.A. }
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيُّ عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَال سَمِعْتُ أَبِي بِحَضْرَةِ الْعَدُوِّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ رَثُّ الْهَيْئَةِ أَأَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُهُ قَالَ نَعَمْ فَرَجَعَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ أَقْرَأُ عَلَيْكُمْ السَّلَامَ وَكَسَرَ جَفْنَ سَيْفِهِ فَضَرَبَ بِهِ حَتَّى قُتِلَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ جَعْفَرِ بْنِ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِيِّ وَأَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ وَأَبُو بَكْرِ ابْنُ أَبِي مُوسَى قَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ هُوَ اسْمُهُ
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Sulaiman Adh Dhuba'i dari Abu Imran Al Jauni dari Abu Bakr bin Abu Musa Al Asy'ari ia berkata; Aku mendengar Bapakku berkata di hadapan musuh, "Rasûlullâh ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya pintu-pintu surga berada di bawah naungan pedang." Lalu ada seorang laki-laki yang buruk keadaannya berkata, "Apakah kamu benar-banar mendengar hadits dari Rasûlullâh ﷺ yang menyebutnya?"
Bapakku menjawab, "Ya." Laki-laki itu kemudian kembali kepada para sahabatnya dan berkata, "Aku ucapkan salam (perpisahan) kepada kalian." Kemudian orang itu memecah sarung pedangnya dan berperang hingga terbunuh." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Ja'far bin Suliman Adh Dhubba'i. Abu Imran Al jauni nama aslinya adalah Abdul Malik bin Habib, dan Abu Bakar adalah Ibnu (anak) Abu Musa. Ahmad bin Hanbal berkata, "Itu adalah nama dia."
📚{ Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 1583 - Kitab keutamaan jihad }
HENDAKNYA PEDANG SELALU MENYERTAI KITAB
〰️〰️〰️〰️
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata
*_“Hendaknya pedang selalu menyertai kitab. Apabila telah muncul ilmu berdasarkan al-Kitab (al-Quran) dan as-Sunnah, sedangkan pedang mengikutinya, maka urusan Islam akan tegak.”_*
📖[Sumber: al-fatawa, juz 20, hlm. 393]
Kumpulan Kisah dan Quote Ulama:: https://telegram.me/kisahulama
Pedang disini maksudnya adalah Jihad fisabilillah, berperang di jalan Allah, karena para Ulama Ahlussunah sepakat bahwasannya makna Jihad fisabilillah itu pada hukum asalnya secara harfiahnya yakni bermuara hanya kepada memerangi orang2 Kuffar dan Munafiqin, baik dengan senjata, jiwa2 kita, harta, dan lisan ( bantahan2 atas mereka ).
Meskipun ada juga istilah jihad melawan hawa nafsu atau jihad mencari nafkah dsb.
〰️〰️〰️〰️
Permasalahan utama umat ini hanya 1, yakni terjangkit penyakit Al Wahn ( Cinta dunia dan takut mati )
Jumlah boleh "Mayoritas" akan tetapi layaknya buih di lautan.
Namun jumlah yg banyak itu tidak membuat gentar musuh2 Allah ( orang2 kafir ).
Kita semua mengalami itu, bahkan saya pun mungkin jua.
Sebagaimana yg telah dinubuwwahkan oleh Rasulullah ﷺ :
دَاعَى عَلَيْكُمْ اْلأُمَمُ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا قَالُوْا : أَمَنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ : لاَ، أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيُننَزِّ عَنَّ اللَّهُ الرَّهْبَةَ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ لَكُمْ، وَلَيُقْذِ فَنَّ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ، قَالُوْا : وَمَا الْوَهْنُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
“Telah berkumpul umat-umat untuk menghadapi kalian, sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul menghadapi piringnya’. Mereka berkata :
Apakah pada saat itu kami sedikit wahai Rasulullah ? Beliau menjawab :
‘Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan, dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian kepada kalian, dan Allah akan menimpakan pada hati kalian penyakit Al-Wahn’. Mereka berkata : Apakah penyakit Al-Wahn itu wahai Rasulullah?. Beliau menjawab :’Cinta dunia dan takut akan mati”.
📚{ Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud (4297), Ahmad (5/287)}
Kebanyakan dari kita juga telah dilalaikan dengan kehidupan duniawi..
Telah dibutakan oleh peradaban Kapitalisme yg semakin membuat manusia hidup konsumtif dan hedonisme ini.
ALLAH ﷻ BERFIRMAN :
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ
Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
📚{ At Taubah Ayat 24 }
Rasulullah ﷺ bersabda :
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
“Jika kalian telah berjual beli dengan sistem inah, mengikuti ekor sapi, rela dengan pertanian, serta meninggalkan jihad (di jalan Allah), niscaya Allah akan menjadikan kehinaan menguasai kalian, Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada agama kalian.”
📚(Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud)
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Itulah mengapa para sahabat tidak suka terlibat dalam pertanian bila mengalihkan perhatian dari jihad.”
📖 (Al-hukm al-Jadîrah bil Idhâ’ah, 14)
Imam Ibnu An-Nuhas rahimahullah berkata tentang hadits tersebut,
“Makna hadits tersebut bahwa jika orang meninggalkan jihad dan lebih sibuk dalam pertanian atau semacamnya, akibatnya musuh akan memegang kekuasaan atas mereka karena kurangnya kesiapan dan persiapan untuk menghadapi kewajiban yang luar biasa tersebut. Hal ini juga karena mereka telah mapan dengan kondisi mereka (yakni, kemewahan, pelayanan, kenyamanan).
Jadi, Allah membuat mereka dipermalukan dan terhina oleh musuh sejauh mereka tidak dapat membebaskan diri dari keduniaan itu sampai mereka kembali kepada apa yang diwajibkan atas mereka; memerangi orang kafir, bersikap keras terhadap mereka, mendirikan agama, mendukung Islam dan Muslim, meninggikan kalimat Allah, dan merendahkan kekafiran dan orang-orangnya.
Dan ucapan beliau, “hingga kalian kembali kepada agama kalian” menunjukkan bahwa berpaling dari jihad dan lebih memilih dunia sebenarnya adalah meninggalkan agama itu sendiri dan memisahkan darinya. Dan itu sudah cukup sebagai dosa dan kesalahan yang nyata.
📖(Mashâri Al-Ashwâq, 106).
#muhasabah
#selfreminder
〰️〰️〰️
Allahu A'lam
Komentar
Posting Komentar