Langsung ke konten utama

MENGAPA ENGKAU CAP DIA TERORIS ?

 Pembunuh Penista Nabi dia bukan Teloris, dia adalah Mujahidin.

Bagi anda yg tidak sanggup menegakkan hukum hadd ( memenggal penista Nabi ) sejatinya iman anda lemah  ! Ya Sama seperti saya, saya akui iman saya masih lemah.

Maka jika iman anda lemah, janganlah mencerca  orang-orang yg imannya kuat dan ghirah keislamannya besar bahkan sampai rela mengorbankan nyawanya

Nabi mengatakan mengenai tingkatan amar ma'ruf nahi mungkar 

عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان


وفي رواية : ليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل


Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.”

 (HR. Muslim no. 49)

Dalam riwayat lainnya dikatakan :

"Tidak ada sesudah itu (mengingkari dengan hati) keimanan sebesar biji sawi (sedikitpun)”


Mengingkari dengan hati adalah selemah-lemah iman, jadi kalau di dalam hati saja tidak ada pengingkaran terhadap penista Nabi, maka hilang sudahlah iman anda, tidak ada lagi keimanan walaupun hanya sebesar biji sawi.

 Itu artinya anda murtad dari Islam !

Karena tidak ada keimanan bagi orang yg tidak mau membela kehormatan Nabinya !


_______

✍️Ibnu Deromat Al Falimbani


Allahu A'lam





Komentar

Postingan populer dari blog ini

(﷽) NASEHAT UNTUK PARA HAFIZH QUR'AN

Hendaknya untuk para Hafizh Qur'an atau Qurro' : 1. Meluruskan Niatnya, yakni Ikhlas Menggapai Ridha ALLAH ﷻ semata. Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anha ia berkata : فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ *_Aku pernah mendengar Rasûlullâh ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”_* 📚 (HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dalam lafazh Imam Ibnu Hibban rahimahullah disebutkan, مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ...

PANJANG ANGAN-ANGAN, MERASA AMAN DARI DOSA-DOSA, DAN MENUNDA-NUNDA TAUBAT ADALAH KETERTIPUAN SEORANG HAMBA

Ketahuilah saudaraku, hal-hal yang membuat seseorang tertipu dengan dirinya sendiri  yakni mereka yang panjang angan-angan dan menunda-nunda taubatnya kepada Allah ﷻ, serta terus menerus merasa aman dari dosa-dosa yang dia lakukan. Al-Imam Ibnul Jauzy رحمه الله berkata,                          ومنهم من يقول: "الرب كريم والعفو واسع" فيسمون تمنيهم واغترارهم رجاء، وهذا الذي أهلك عامة المذنبين   *_Sebagian orang ada yang mengatakan, 'Allah Maha Pemurah dan ampunan luas.' Jadi mereka menamakan angan-angan dan ketertipuan mereka sebagai harapan, dan inilah yang telah membinasakan keumuman orang-orang yang suka berbuat dosa._* 📖[Talbis Iblis: 887] Ya, sikap terlalu meremehkan dosa2, baik dosa2 kecil bahkan dosa2 besar itu karena kita selalu menganggap angan-angan dan ketertipuan sebagai harapan, yakni terlalu besar rasa Harap/Raja' kita kepada Allah, meyakini Allah Maha Pengampun, Pemurah, Penyayang. Dan ungkapan yg ...